
Keris adalah suatu bentuk warisan budaya indonesia, salah satu bentuk senjata tradisional yang berkembang di Nusantara. Keris bersanding dengan beberapa senjata tradisional lainnya, seperti pedang, tombak, golok, belati, pisau, parang, dan sebagainya.
Dari sekian banyak senjata tradisional yang ada di Nusantara, keris sering disebut-sebut yang paling kesohor dan dikenal luas, baik dari sisi filosofi, penamaan, bentuk, bahan tempaan, penyebaran, sampai kreasi seni rupanya. Bahkan sebagian banyak masyarakat meyakini bahwa keris memiliki kekuatan supranatural tertentu.
keris mulai dikenal di Nusantara pada masa Kerajaan Majapahit (abad ke-14) dan Kerajaan Mataram (abad ke-17). Sedang pengaruhnya banyak mengikuti keyakinan animisme maupun dinamisme, serta peranan agama-agama di Nusantara, seperti Budha, Hindu, sampai Islam. Perjalanan historis yang cukup panjang beserta dinamikanya itu membuat keris berkembang pesat, baik dari sisi bentuk, kualitas tempaan, dan juga kreasi inovasi artistiknya.
Dalam elaborasi berikutnya, muncul sebutan tangguh. Dalam dunia perkerisan, tangguh merupakan terminologi yang menunjuk gaya keris menurut zaman pembuatannya. Ada tangguh Pajajaran, Majapahit, Tuban, Demak, Pajang, Mataram, dan sebagainya. Keris atau dhuwung terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bilah (wilah atau daun keris), ganja (penopang), dan hulu keris (ukiran, pegangan keris).
Bentuk keris memiliki banyak simbol spiritual selain nilai estetika. Hal-hal umum yang menarik diperhatikan dalam morfologi keris adalah kelokan (luk), ornamen (ricikan), warna atau pancaran bilah, serta pola pamor.
Kombinasi berbagai komponen ini menghasilkan sejumlah bentuk standar (dhapur) keris.

Dhapur merupakan istilah bahasa Jawa yang dipakai untuk menyebut bentuk dan model keris. Ada komposisi racikan atau ornamen yang memberikan ciri pembeda antara satu keris dengan keris yang lainnya. Perbedaan itu akan memunculkan nama-nama dhopur yang beragam.
Sedangkan Pamor yaitu pola dekorasi pada bilah yang muncul dari kombinasi logam yang berbeda sebagai konsekuensi dari teknik tempa-lipat
Aspek tangguh, istilah tangguh ditambah awalan pe- dan -an menjadi penangguhan. Istilah ini bermakna proses interpretasi perihal asal usul dan estimasi usia sebuah keris.
#seputarkeris #seputarbudaya #kerisnusantara #budayaindonesia #pusaka #pusakajawa #kerispusaka #kerisindonesia #viralpost #TrendingNews #beritaterkini #edukasi

- HIBAH PUSAKA DI ACARA DISKUSI & PEMBAGIAN KTA PAGUYUBAN TOSAN AJI KUDUS (PANJI KUMALACAKRA)Keris, senjata tradisional Indonesia yang sarat dengan nilai sejarah dan seni, sedang menjalani fase pelestarian untuk memastikan keberlanjutan dan keberagaman budaya Indonesia. Salah satunya adalah kelompok pelestari budaya asal kudus yang berkomitmen untuk menjaga serta melestarikan warisan budaya “keris”. Sabtu (13/1/2024). Paguyuban Tosan Aji Kudus “Panji Kumalacakra” mengadakan acara rutinan diskusi seputar keris serta pembagian… Baca Selengkapnya: HIBAH PUSAKA DI ACARA DISKUSI & PEMBAGIAN KTA PAGUYUBAN TOSAN AJI KUDUS (PANJI KUMALACAKRA)
- MISKONSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KERISApa yang terlintas pertama kali di benak kalian saat mendengar kata keris? Kebanyakan orang pasti membayangkan keris sebagai pusaka yang memiliki suatu kelebihan dan menjadi identitas seorang dukun. Maka dengan tulisan ini saya akan mengulas tentang MISKONSEPSI KERIS SEBAGAI IDENTITAS DUKUN DALAM MASYARAKA. Mungkin Sebagian besar masyarakat telah mengenal keris sebagai salah satu senjata kuno… Baca Selengkapnya: MISKONSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KERIS
- MAKNA SIMBOLIK (PANDANGAN NAGA BAGI ORANG JAWA)Naga adalah salah satu simbol mitos yang memiliki makna khusus bagi masyarakat Jawa. Dalam kebudayaan Jawa, naga dianggap sebagai makhluk gaib yang memiliki kekuatan magis dan spiritual yang kuat. Pandangan naga bagi orang Jawa mengandung berbagai makna simbolik yang mencerminkan aspek kehidupan, keyakinan spiritual, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. 1. Lambang… Baca Selengkapnya: MAKNA SIMBOLIK (PANDANGAN NAGA BAGI ORANG JAWA)
