
Keris, senjata tradisional Indonesia yang sarat dengan nilai sejarah dan seni, sedang menjalani fase pelestarian untuk memastikan keberlanjutan dan keberagaman budaya Indonesia.
Salah satunya adalah kelompok pelestari budaya asal kudus yang berkomitmen untuk menjaga serta melestarikan warisan budaya “keris”.

Sabtu (13/1/2024). Paguyuban Tosan Aji Kudus “Panji Kumalacakra” mengadakan acara rutinan diskusi seputar keris serta pembagian Kartu Tanda Anggota (KTA) yang berlokasi di sekertariat, prambatan kidul, kaliwungu, kudus.
Selain diskusi dan pembagian KTA, kegiatan berlanjut dengan acara hibah pusaka dari salah satu pengurus dan penasehat paguyuban panji kumalacakra.
Acara hibah pusaka bertujuan untuk menambah semangat para anggota untuk terus belajar dan terus berkomitmen dalam menjalakan misi pelestarian dan edukasi kepada masyarakat.
Suryono selaku penasehat paguyuban tosan aji kudus menegaskan bahwasanya misi pelestarian dan edukasi kepada masyarakat bukanlah hal yang mudah. Perlu tekad kuat dan terus belajar.
“Saya berharap kepada seluruh anggota supaya jauh lebih kompak dan aktif dalam kegiatan komunitas maupun luar komunitas guna menambah wawasan, informasi serta edukasi kepada masyarakat” ujar suryono.

Selain mengajak anggota yang memiliki tujuan yang sama, Muh Fahrul umam selaku pengurus paguyuban juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut serta belajar dan mencintai warisah budaya.
“Tak kenal maka tak sayang. Dengan adanya organisasi pelestari budaya ini, harapan saya untuk kedepanya adalah bisa memberikan edukasi lewat pameran pusaka, workshop, guna mengajak seluruh masyarakat untuk belajar memahami, dan mencintai warisan budaya indonesia”. Ujar Muh Fahrul umam.
