Hitungan dalam kalender jawa memiliki makna tersendiri, mulai dari hari, pasaran hingga weton hari kelahiran.
Menjelang sore hari, dalam hitungan kelender jawa sudah memasuki pada hitungan hari berikutnya. Termasuk dalam hitungan primbon serta hal-hal yang mistis atau sakral seperti malam Jumat dan malam Selasa.

Malam Selasa memiliki nilai seperti Malam Jumat bahkan lebih mencekam.
Banyak yang menganggap malam Selasa Kliwon adalah waktunya para mahkluk gaib gentayangan, terutama arwah-arwah penasaran yang meninggal mendadak.

Mengacu pada hitungan pasaran, Selasa Kliwon memiliki neptu 11 dari hitungan Selasa berjumlah neptu 3 dan Pasaran Kliwon .
Masyarakat jawa mengenal adanya malam anggoro kasih, yang merupakan julukan untuk selasa kliwon, artinya adalah malam penuh kasih sayang. Sehingga upacara yang digelar pada pasaran Kliwon dianggap penting dan sakral.
Namun, Selasa Kliwon juga dianggap lebih “mencengkeram”, sampai sampai, orang yang meninggal pada selasa kliwon kuburannya akan dijaga selama 40 malam, karena berpotensi menjadi incaran para pencari ilmu hitam yang akan mencuri tali pocong, mori atau beberapa bagian tubuhnya.

Selain itu ritual pada Malam Selasa Kliwon sama seperti malam Jumat, di masyarakat kadang melaksanakan ziarah kubur, hingga memandikan benda-benda pusaka.


